Porta

serangan siber di indonesia

6 Kasus Serangan Siber di Indonesia yang Menghebohkan

Serangan siber di Indonesia semakin sering terjadi dan berdampak luas, baik terhadap instansi pemerintah, perusahaan swasta, maupun sektor keuangan. Di era digital seperti saat ini, keamanan data menjadi isu krusial karena serangan tidak hanya menimbulkan kerugian finansial, tetapi juga merusak reputasi serta mengganggu pelayanan publik. Berikut lima kasus serangan siber di Indonesia yang sempat menghebohkan publik.

Serangan Siber di Indonesia

1. Stormous Retas Situs PT Kereta Api Indonesia (KAI)

Pada awal 2024, kelompok peretas asal luar negeri bernama Stormous mengklaim telah berhasil meretas situs resmi PT Kereta Api Indonesia (KAI). Dalam unggahan di dark web, mereka menyatakan telah mencuri berbagai data internal milik KAI, termasuk dokumen operasional dan informasi pelanggan. Walaupun pihak KAI segera melakukan mitigasi, kasus ini menunjukkan betapa rentannya sistem keamanan digital di sektor transportasi.

2. Ransomware Brain Cipher Serang Server Pusat Data Nasional (PDN)

Salah satu serangan terbesar dalam sejarah Indonesia terjadi pada pertengahan 2024, ketika server Pusat Data Nasional (PDN) diserang ransomware oleh grup yang menyebut diri mereka Brain Cipher. Dampaknya sangat luas: ribuan data dari instansi pemerintahan tidak bisa diakses, layanan publik terganggu, dan pemerintah harus memulihkan sistem secara besar-besaran. Serangan ini menjadi bukti nyata pentingnya penguatan sistem keamanan nasional.

3. Kebocoran Data BKN oleh Peretas TopiAx

Peretas bernama TopiAx pada tahun 2023 membocorkan data milik Badan Kepegawaian Negara (BKN). Data yang dibocorkan antara lain mencakup informasi pribadi ASN dan hasil seleksi CPNS. TopiAx mengunggah data tersebut ke forum-forum underground, yang memicu kekhawatiran publik terhadap keamanan data pegawai pemerintah. Meski BKN menyatakan sistemnya sudah ditingkatkan, kepercayaan publik sempat menurun drastis.

4. Informasi Aneh di Situs Web KPU (2004)

Pada pemilu 2004, situs resmi Komisi Pemilihan Umum (KPU) mengalami gangguan ketika sejumlah informasi aneh dan tidak relevan muncul di laman mereka. Meski belum ada bukti kuat mengenai kelompok peretas di balik kejadian ini, kasus tersebut menjadi salah satu insiden digital pertama yang menyadarkan pentingnya keamanan siber dalam sistem demokrasi Indonesia.

5. Serangan Ransomware pada Bank Syariah Indonesia (BSI)

Pada Mei 2023, layanan digital Bank Syariah Indonesia (BSI) lumpuh total akibat serangan ransomware. Para nasabah tidak bisa melakukan transaksi, baik melalui ATM, mobile banking, maupun teller. Setelah penyelidikan, ditemukan bahwa grup peretas LockBit 3.0 berada di balik serangan ini. Mereka mengklaim telah mengenkripsi dan mencuri data internal bank serta menuntut tebusan. Insiden ini menunjukkan bahwa sektor finansial pun sangat rentan terhadap ancaman siber.

6. Kebocoran Data 26 Juta Pengguna Tokopedia (2020)

Pada Mei 2020, peretas mengklaim berhasil mencuri data lebih dari 26 juta akun Tokopedia yang kemudian dijual di forum dark web. Data yang bocor mencakup email, nama, serta kata sandi yang di-hash. Meski Tokopedia segera mengambil langkah pengamanan, kebocoran ini menjadi salah satu kasus besar yang menyoroti kerentanan e-commerce di Indonesia.

 


 

PT Porta Nusa Indonesia adalah perusahaan distributor IT terpercaya di Indonesia yang berfokus pada penyediaan solusi teknologi informasi berkualitas tinggi. Perusahaan ini merupakan mitra resmi dari berbagai merek global ternama, menghadirkan produk dan layanan yang mendukung kebutuhan transformasi digital di berbagai sektor industri.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *