Porta

Jenis Jenis Barcode yang Perlu Anda Ketahui

Jenis jenis barcode menjadi bagian penting dalam proses identifikasi dan pelacakan di berbagai sektor industri. Dari gudang logistik hingga ritel, barcode mempermudah pengelolaan data secara cepat dan akurat. Meskipun tampak sederhana, ada beragam jenis barcode dengan fungsi dan format yang berbeda-beda. Memahami jenis-jenis ini penting untuk memastikan efisiensi operasional, terutama dalam industri yang bergantung pada sistem otomatisasi.

Apa Itu Barcode

Barcode adalah representasi visual data yang dapat dibaca oleh mesin. Umumnya, barcode terdiri dari garis-garis vertikal dengan lebar berbeda (1D) atau pola kotak dua dimensi (2D), yang berfungsi menyimpan informasi seperti nomor produk, kode produksi, hingga lokasi penyimpanan. Dengan bantuan scanner atau perangkat lunak khusus, barcode memungkinkan data diproses secara instan, akurat, dan tanpa kesalahan manual.

Jenis Jenis Barcode

Berikut  jenis jenis barcode yang umum digunakan dalam berbagai industri. 

1. UPC (Universal Product Code)

Digunakan secara luas di ritel, terutama di Amerika Serikat. Barcode ini terdiri dari 12 digit angka dan biasa ditemukan pada kemasan produk. UPC memudahkan identifikasi produk dan mempercepat proses checkout di kasir.

2. EAN (European Article Number)

Hampir mirip dengan UPC namun digunakan secara internasional, terutama di Eropa dan Asia. EAN terdiri dari 13 digit dan merupakan standar untuk identifikasi produk secara global.

3. Code 39

Barcode ini mendukung kombinasi angka dan huruf, serta sering digunakan dalam industri otomotif, pertahanan, dan peralatan medis. Kelebihannya adalah fleksibilitas dalam penyimpanan data alfanumerik.

4. Code 128

Lebih padat daripada Code 39 dan dapat menyimpan lebih banyak informasi dalam ukuran yang lebih kecil. Sangat umum digunakan dalam logistik dan pelacakan pengiriman karena efisiensinya.

5. QR Code (Quick Response Code)

Merupakan barcode dua dimensi (2D) yang dapat menyimpan data dalam jumlah besar, termasuk URL, teks, atau informasi kontak. QR Code semakin populer karena dapat dipindai menggunakan kamera smartphone dan digunakan di berbagai sektor, termasuk pemasaran digital dan layanan pelanggan.

6. Data Matrix

Barcode 2D ini sering digunakan dalam industri elektronik dan kesehatan karena dapat menyimpan informasi penting dalam ukuran kecil, bahkan pada permukaan produk yang sangat terbatas.

7. PDF417

Merupakan barcode 2D yang mampu menyimpan data dalam jumlah besar, termasuk teks dan gambar. Digunakan untuk dokumen identitas, boarding pass, dan kartu keanggotaan.

Dengan memahami jenis-jenis barcode ini, pelaku industri dapat memilih format yang paling sesuai dengan kebutuhan operasional mereka. Pemilihan barcode yang tepat akan membantu meningkatkan efisiensi, akurasi, dan produktivitas di berbagai lini bisnis.

Tips Memilih Barcode Sesuai Kebutuhan

Barcode memiliki banyak jenis, mulai dari 1D (linear) hingga 2D (matrix), dan masing-masing punya kelebihan tersendiri. Agar tidak salah memilih, perusahaan maupun individu perlu menyesuaikan jenis barcode dengan kebutuhan operasional. Berikut beberapa hal yang bisa dijadikan pertimbangan:

Jenis Data yang Akan Disimpan

Barcode 1D hanya mampu menyimpan informasi terbatas seperti angka atau kombinasi sederhana. Barcode 2D, seperti QR Code atau Data Matrix, dapat menampung data yang lebih kompleks, termasuk teks panjang, URL, hingga informasi produk secara detail. Jika kebutuhan hanya sebatas harga dan kode produk, barcode 1D sudah cukup. Namun, untuk informasi yang lebih lengkap, barcode 2D adalah pilihan terbaik.

Kapasitas Penyimpanan Informasi

Pertimbangkan seberapa banyak informasi yang harus dimuat. Misalnya, gudang atau toko ritel biasanya cukup menggunakan barcode linear karena hanya butuh identifikasi produk cepat. Sebaliknya, industri farmasi atau manufaktur sering membutuhkan barcode 2D karena dapat menyimpan nomor batch, tanggal kedaluwarsa, hingga detail produksi.

Jenis Perangkat Pemindai

Tidak semua scanner bisa membaca semua tipe barcode. Barcode 1D bisa dibaca dengan scanner laser sederhana, sedangkan barcode 2D memerlukan perangkat pemindai yang lebih canggih atau kamera smartphone. Sebelum memutuskan, pastikan perangkat yang digunakan mendukung jenis barcode pilihan.

Lingkungan Penggunaan

Dalam lingkungan ritel dengan lalu lintas tinggi, barcode linear yang sederhana dan cepat dipindai lebih cocok. Untuk sektor logistik, kesehatan, atau industri yang membutuhkan ketelitian lebih tinggi, barcode 2D lebih andal karena mampu tetap terbaca meski sebagian rusak berkat fitur koreksi error.

Skala Bisnis dan Anggaran

Bisnis kecil dengan anggaran terbatas biasanya lebih praktis menggunakan barcode 1D karena biaya pencetakan dan perangkat pemindainya lebih murah. Sementara itu, perusahaan besar dengan kebutuhan distribusi global lebih baik berinvestasi pada barcode 2D karena efisiensi jangka panjang lebih tinggi.


PT Porta Nusa Indonesia adalah perusahaan distributor IT terpercaya di Indonesia yang berfokus pada penyediaan solusi teknologi informasi berkualitas tinggi. Perusahaan ini merupakan mitra resmi dari berbagai merek global ternama, menghadirkan produk dan layanan yang mendukung kebutuhan transformasi digital di berbagai sektor industri.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *